Ad Section

Welcome To PODOLUHUR

Description of Blog.

Social Media Brain Mapping With Digital Marketing | Experts Round Up

Social Media Brain Mapping With Digital Marketing | Experts Round Up

WordPress Ecommerce Definite Guide 2018 | Updated

WordPress Ecommerce Definite Guide 2018 | Updated

Microsoft Ready To Invest 1 Billion $ In Hololens | CNN News

Microsoft Ready To Invest 1 Billion $ In Hololens | CNN News

The Perfect SEO Guide Of 2017 That Actually Works | WordPress

The Perfect SEO Guide Of 2017 That Actually Works | WordPress

Facebook Is Releasing Some New Features In 2018

Facebook Is Releasing Some New Features In 2018

21 December 2017

"OPINI" Kontekstansi politik pendidikan islam di indonesia

"OPINI" Kontekstansi politik pendidikan islam di indonesia



Oleh : Indah kurniasari Heri
IAIN Metro, lampung
                               
11. Kontekstansi politik pendidikan islam di indonesia

Kata politik dipakai bangsa-bangsa di dunia, khusus dalam konteks akademik, politik diartikan dengan ilmu tentang pemerintahan. ilmu tentang mengendalikan negara dan segala daya upaya untuk menghasilkan atau menolak sesuatu antara masyarakat dan pemerintahan.
Politik juga berbicara tentang hubungan antara negara dengan warga negara. bisa juga hubungan antara negara dengan negara lain. karena itu tidak salah jika ada yang menyebut politik sebagai kegiatan setiap manusia Sepanjang manusia masih dapat bernapas, maka ia telah dan sedang perpolitik. bahkan bernafas itu sendiri merupakan bagian dari cara manusia berpolitik
Setelah mengetahui arti politik, maka setiap individu harus mengetahui perbedaan antara politik pendidikan dan pendidikan politik. Keduanya hampir sama namun sangatlah berbeda. Menurut Amnur bahwa politik pendidikan adalah metode mempengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Politik pendidikan juga berorientasi pada bagaimana pendidikan dapat dicapai dengan baik. Berbeda dengan pendidikan politik, yakni usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik bagi peranannya di dunia politik. dan pendidikan politik juga menjadikan manusia mengetahui akan politik. Menurut Ki Supriyoko memberikan penjelasan tentang politik pendidikan nasional sebagai suatu pendekatan, metoda atau strategi untuk mempengaruhi pihak-pihak yang berkait langsung dan tidak langsung dengan pengambilan kebijakan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
pendidikan dan politik adalah dua hal yang berhubungan erat dan saling mempengaruhi.berbagai aspek pendidikan mengandung unsur politik. begitu juga Pendidikan Islam dan politik dimaksudkan sebagai suatu proses transformasi nilai-nilai sosial politik melalui kemampuan pendidikan Islam. Kemudian juga pendidikan Islam dan politik menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan pendidikan Islam berdasarkan sejarah perpolitikan di Indonesia pada masa pra dan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.
Pendidikan Islam dan politik dimaksudkan sebagai suatu proses transformasi nilai-nilai sosial politik melalui kemampuan pendidikan Islam. Kemudian juga pendidikan Islam dan politik dimaksudkan menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan pendidikan Islam berdasarkan sejarah perpolitikan di Indonesia pada masa pra dan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.
Tarnsformasi nilai-nilai politik melalui kemampuan pendidikan dilakukan dengan melakukanintervensi terhadap kebijakan pendidikan Islam di Indonesia, sementara ada beberapa peran dan fungsi pendidikan Islam dalam Politik diantaranya adalah Pendidikan Islam sebagai sarana untuk kepentingan politik penguasa, Pendidikan Islam sebagai wahana kepentingan keagamaan dan sarana mempertahankan identitas ke-Islaman, Pendidikan Islam sebagai sarana melahirkan warga negara yang baik, Pendidikan Islam sebagai wahana untu melahirkan  politik tingkat tinggi.
Kemudian juga melalui politik kebijakan yang mengarah pada upaya pengikatan kulitas pendidikan dapat dilakukan dengan ikut serta dalam system perpolitikan atau paling tidak berada dalam lingkaran kebijakan baik berskala lokal maupun nasional.
Perkembangan politik pendidikan di kalangan masyarakat Indonesia sendiri, hubungan antara politik dan pendidikan maupun pokok-pokok pikiran tentang politik dan pendidikan mulai berkembang. Namun demikian, harus diakui hingga saat ini kajian politik pendidikan masih merupakan langka di negeri ini. Bahkan, kajian politik pendidikan masih jarang terdengar di pusat studi kependidikan. disiplin ilmu politik dan ilmu pendidikan masih cenderung di lihat sebagai dua bidang kajian yang tidak memiliki hubungan apa-apa.lingkungan politik pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan penting. Pertama, terjadinya perubahan peranan pemerintah pusat dan daerah dalam kebijakan pendidikan yang sebelumnya didominasi oleh pemerintah pusat, saat ini sudah mulai ke daerah. Kedua, sebuah proses untuk menangani pendidikan, baik secara politik maupun dalam bentuk program. Ketiga, muncul kembalinya kepentingan-kepentingan nonpendidikan, terutama dari dunia bisnis, dalam wilayah pendidikan. kepentingan kependidikan berbasis luas, seperti departemen Pendidikan, Kepala Sekolah dan lain lainnya.
Dalam tiga kecenderungan tersebut, yang cukup unik dalam politik pendidikan di Indonesia hingga saat ini  kurangnya peranan kelompok kepentingan pendidikan dalam formula kebijakan-kebijakan pendidikan. Jika dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya, perkembangan dalam dunia pendidikan sangat lamban.Sering dilupakan oleh kalangan pendidik bahwa salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam adalah aspek politik. dalam aspek ini di jelaskan hubungan antara masyarakat dengan pemerintahan, hubungan antar negara, hubungan antarorganisasi, dan sebagainya. Atas dasar ini antara pendidikan islam dengan politik punya hubungan erat yang sulit untuk dipisahkan

20 December 2017

GAMBAR

GAMBAR

17 December 2017

Pendidikan Islam Transdisipliner Dan Sumber Daya Manusia Indonesia

Pendidikan Islam Transdisipliner Dan Sumber Daya Manusia Indonesia



Toso timbul priyanto
Mahasiswa IAIN Metro
Pendidikan islam sekarang diselenggarakan  transdisipliner artinya meniadakan  pemisahan antara ilmu umum dengan ilmu agama dan semua ilmu yang dikembangkan disadari saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Metode yang digunakan adalah metode analisis wacana dan isi. Caranya sejumlah literatur dibahas dan dianalisis berdasarkan arah dan tujuan dari konsep transdisipliner. Ternyata, dalam konteks pendidikan Islam transdisipliner kurikulum yang harus dikembangkan harus holistik yaitu dapat melingkupi pelbagai problema yang melekat pada manusia dan pengembangannya sebagai sumber daya manusia atau di sebut {SDM }. Manusia sebagai makhluk yang di ciptakan oleh Allah, dan mempunyai akal dan fikiran untuk belajar dan berfikir dengan baik, ilmu  yang  tidak bisa jika hanya dekat dengan /oleh satu disiplin ilmu, justru harus dipahami secara lintas disiplin ilmu. Kemampuan yang diharapkan tercapai dalam pendidikan Islam transdisipliner adalah kemampuan memandang dunia sebagai suatu sistem nilai yang masing-masing mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda tapi tetap saling berhubungan. Sistem koneksi-interkoneksi ini hendaknya diletakkan dalam bingkai keimanan dan akhlak mulia.
Transdisiplinaritas (transdisciplinarity) merupakan istilah yang digunakan dalam dunia keilmuan sebagai sebuah pendekatan multi perspektif. Istilah-istilah lain yang disandarkan pada kata “discipline” adalah “multidisciplinary” dan “interdisciplinary”. Jika multidisciplinary mengasumsikan adanya pembahasan atas sebuah tema melalui pendekatan dan sudut pandang atas bidang studi masing-masing secara otonom, maka interdisciplinary dalam konteks pendidikan mencoba mengintegrasikan tema bahasan ke dalam beberapa mata pelajaran. Sedangkan pendekatan transdisipliner (transdisciplinary approach) lebih melihat sebuah tema bahasan bukan saja dari perspektif mata pelajaran, tetapi juga menimbang konteks kekinian dan kebutuhan siswa berdasarkan bakat dan minatnya. Dengan demikian, transdisciplinary approach dalam konteks pembelajaran membutuhkan keterampilan dan kreativitas guru yang luar biasa untuk memandang dan mengajarkan sebuah subjek/materi/mata pelajaran berdasarkan tema, konsep, sekaligus keterampilan yang sesuai dengan kehidupan nyata  dan minat siswa dalam mendorong nilai-nilai kebaikan ke arah kebajikan yang pasti dan bertanggung jawab.
Menurut wikipedia, “Transdisiplinaritas /transdisipliner dikonotasikan sebagai strategi penelitian lintas disiplin untuk menciptakan suatu pendekatan yang holistik”. Dalam Simposium Internasional tentang transdisciplinarity yang diselenggarakan oleh UNESCO (1998: 24), beberapa pakar mendefiniskan bahwa “transdisiplinaritas adalah konsep dan praktik pengetahuan yang terintegrasi, untuk menangani isu-isu penting berdasarkan prosedur tertentu secara integratif. Konsep disiplin berhubungan erat dengan dua persoalan yaitu ketidakmengertian seseorang terhadap bahasa yang digunakan oleh disiplin ilmu itu sendiri, kemungkinan kedua adalah adanya pengertian bahwa bahasa yang digunakan oleh disiplin ilmu itu sepakat memperlakukan disiplin ilmu itu dengan ilmu yang berbeda”. Secara sederhana transdiscilinary merupakan suatu proses yang dicirikan dengan adanya integrasi upaya dari berbagai disiplin (multy-disciplines) untuk memahami suatu isu atau masalah Salah  satu artikel final ini menjadi “fundamental principles” landasan bagi pengembangan visi, ruang lingkup, penelitian, pendidikan, moral dan cara kerja masyarakat transdisipliner. Preamble berisikan enam pernyataan mengenai dunia ilmu pengetahuan, kehidupan masyarakat dunia, perkembangan teknologi yang melahirkan ketimpangan-ketimpangan dan ketidakmampuan menyelesaikan berbagai masalah kemanusiaan. Keempat belas artikel yang dirumuskan antara lain berkenaan dengan permasalahan realitas, posisi transdisipliner terhadap disiplin ilmu yang ada, objektivitas dan definisi keilmuan, filsafat, agama dan
‘’ mitos, kebudayaan, pendidikan, ekonomi, etika, dan toleransi keilmuan (Hasan, 2007). Tujuan dikembangkan transdisiplinaritas ini bukan untuk membentuk suatu disiplin ilmu baru, melainkan sebuah pendekatan untuk membangun paradigma dan pemahaman yang diperlukan untuk memecahkan problem keilmuan dengan proses lintas disiplin dari berbagai perspektif yang berbeda dalam dinamika peradaban yang terus berkembang.
Menjelaskan asas dari  transdisiplinaritas pendidikan, dari yang saya ketahui bahwa pendidikan transdisiplin/transdisipliner tetap berasaskan pada pendidikan disiplin ilmu tetapi tidak dalam pengertian pendidikan disiplin ilmu yang tradisional . Pendidikan transdisipliner memiliki pandangan bahwa kepentingan umat manusia adalah kepentingan utama dan bukan kepentingan disiplin ilmu. Disiplin ilmu tidak boleh menjadi pembatas kotak cara berfikir, bersikap dan bertindak seseorang; disiplin ilmu yang diajarkan harus bersifat terbuka dan kebenaran yang diajarkan selalu berkembang. Penekanan pada aspek manusia ini bukan suatu yang baru dalam pendidikan tetapi dominasi penguasaan “scholastic knowledge” yang mendominasi kepedulian pada unsur manusia tersebut. Demikian juga transdisiplinaritas dalam pendidikan, makna yang digali dan dikembangkannya berorientasi pada pengembangan sumberdaya manusia yang berkesinambungan. Oleh karenanya dengan pendekatan transdisiplinaritas ini, pendidikan dapat menjadi salah satu alternatif memecahkan kebuntuan keilmuan melalui sebuah proses perbaikan dan penyesuaian dengan lintas disiplin ilmu yang dikembangkan.
Pendidikan Islam dalam perjalanan sejarahnya tumbuh dan berkembang seiring dengan kemunculan islam itu sendiri. Reformasi kedatangan Islam merupakan tonggak sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari tradisi pendidikan yang ada di dalamnya. Pengembangan disiplin keilmuan untuk melegalisasikan sebuah paradigma global dalam pengembangan Sumber Daya Manusia/ {SDM} yang berkualitas.  Tradisi  pengembangan ilmu di masyarakat  Islam umumnya sering mendikotomikan antara ilmu agama dengan ilmu umum. Padahal ilmu tersebut hanya alat untuk mendapatkan pemahaman bagaimana memanfaatkan kehidupan yang bermanfaat dan bermartabat. Merupakan: suatu berbagai ilmu bentuk-bentuk pengetahuan yang banyak dipandang dari perspektif Islam pada akhirnya adalah satu, karena dalam Islam tidak dikenal pemisahan yang esensial antara “ilmu agama dengan ilmu umum/profan”. Meskipun berbagai ilmu dan perspektif intelektual yang dikembangkan dalam Islam memiliki suatu hirarki, namun pada akhirnya hirarki-hirarki itu bermuara pada laut yang sama yaitu pengetahuan tentang “Yang Maha Tunggal”. Inilah alasan utama para ilmuwan Muslim kontemporer berusaha mengintegrasikan ilmu-ilmu yang  dikembangkan oleh peradaban-peradaban lain ke dalam skema hirarki ilmu  pengetahuan .



15 December 2017

Reformasi Sistem Pendidikan Islam Di Indonesia

Reformasi Sistem Pendidikan Islam Di Indonesia



Khoiron Arifin
Mahasiswa IAIN Metro Lampung
Pada tahun 1998 adalah pertama kali munculnya reformasi pendidikan di indonesia. Bersama dengan tahun itu juga terjadi krisis Sosial, ekonomi dan politik melanda seluruh masyarakat Indonesia. Adanya krisis tersebut menuntut kita untuk berusaha keras memperbaiki kehidupan yang buruk ke kehidupan yang lebih baik, maka dari itu harus adanya reformasi. Definisi reformasi merupakan suatu usaha perbaikan menyeluruh dari suatu sistem kehidupan dalam aspek aspek politik, ekonomi, hukum dan pendidikan umum dan khususnya pendidikan islam. Sejak abad 20 masyarakat muslim di indonesia telah melakukan reformasi. Reformasi di indonesia di pelopori oleh para tokoh pembaharu pendidikan islam minangkabau diantaranya: Zainudin Labai El-Yunus, Syekh Abdullah Ahmad dan masih banyak yang lain. Juga dalam bentuk organisasi-organisasi Islam seperti Al-Irsyad, Jamiat Khair, Persatuan Islam (PERSIS), Persyarikatan Ulama, Muhammadiyah, dan Nahdatul Ulama di daerah lain. Akan tetapi pembaharuan tersebut memiliki keinginan yang pragmatis yaitu bagaimana mengimbangi pendidikan umum dengan agama. untuk mengikuti perubahan dan perkembangan zaman yang begitu cepat dan perkembangan toknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat yang dilandasi dengan adanya produk yang sangat besar dengan menggunakan tenaga mesin hal ini dikenal dengan era industrialisasi dan globalisasi. Oleh karena itu kita membutuhkan lembaga lembaga perguruan tinggi yang berfungsi bukan hanya mengembangkan budaya, bangsa dengan menepis unsur-unsur luar yang positif bagi penyempurnaan dan perkembangan kebudayaan kita sendiri, tetapi juga berfungsi memenuhi keinginan suatu bangsa. Hal tersebut memacu perguruan tinggi untuk menciptakan tenaga kerja mandiri, beretos kerja tinggi, profesional,berdaya saing tinggi, dan cepat tanggap terhadap  kemajuan teknologi.
            Pendidikan adalah proses belajar mengajar dengan pendekatan manusia dan bukan sekadar memindahkan otak dari kepala-kepala atau mengalihkan mesin ke tangan akan tetapi  pendidikan lebih dari itu, pendidikan menjadikan manusia mampu menguasai masa depan dan menguasai dirinya sendiri dengan berusaha, berdoa dan inovasi. Jika dilihat dari sudut pandang masyarakat, pendidikan adalah proses mengenalkan norma norma, ilmu pengetahuan, dan keterampilan dalam kehidupan bermasyarakat. Sosiolog Emile Durkheim, dalam karyanya Education and Sosiology (1956), sebagaimana dikutip Saefudin menyatakan bahwa pendidikan merupakan ciptaan masyarakat itu sendiri, yaitu mampu hidup dengan keyakinan yang tinggi tidak mudah menyerah dalam menghadapi  ancaman dan tantangan masa depan. Nabi SAW bersabda: “Didiklah anak-anak kamu, sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamanmu”. Jadi, pendidikan harus berorientasi untuk masa depan. Dilihat dari pandangan individu, pendidikan adalah proses perkembangan, yakni perkembangan potensi yang dimiliki secara sempurna dan harus diwujudkan dalam bentuk nyata, dalam arti perkembangan menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk kehidupan masa yang akan datang. Abdurrahman al-Bani sebagaimana dikutip Adi Sasono menggambarkan bahwa pendidikan mencakup 3 faktor yang harus dilakukan dengan bertahap. Dalam studi pendidikan, sebutan “Pendidikan Islam” pada masyarakat umumnya dipahami sebagai suatu ciri khas, yaitu jenis pendidikan yang berlatar belakang agama. Sebagai gambaran bahwa pendidikan yang mampu membentuk “manusia yang unggul secara kecerdasan, tekun dalam beribadah, dan berakhlakul karimah”.
            Sebagaimana yang ketahui, bukan hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia, orang selalu tidak merasa puas dengan hasil yang diperoleh perguruan tinggi. Masyarakat selalu menuntut lebih terhadap apa yang telah dihasilkan oleh perguruan tinggi. Hal itu disebabkan banyak  perubahan dan permasalahan dalam masyarakat dan perguruan tinggi menjadi lebih cepat. Terjadinya problem dalam pendidikan islam dikarenakan masih banyak penggunaan pemikiran islam kelasik yang mengakibatkan menteri keislaman ditempatkan dalam bidang kurikulum yang kurang memberi daya kritis dan kreatif dengan metode yang sesuai yang dikaji oleh orang-orang modern. Penataan sistem pendidikan islam tidak hanya bisa dilakukan dengan memperbarui yang sudah ada dengan yang baru dibutuhkan suatu konsep yang memperbaiki ambivalensi dasar filsafat, tujuan, metode, dan kurikulum pendidikan Islam. Maka dari itu dibutuhkan reformasi kembali terhadap ilmu ilmu agama islam, permasalahan reformasi terhadap ilmu ilmu islam itu bukan permasalahan yang sederhana akan tetapi permasalahan yang sangat rumit karena berkaitan dengan idiologi terhadap agama islam. Ilmu agama adalah ilmu yang paling tinggi itu menyebabkan umat sering menelantarkan ilmu ilmu eksakta. Pengembangan sikap yan menerima perubahan budaya yang positif akan memberi kemajuan terhadap pendidikan. Budaya barat tidak hanya berbentuk negatif tapi ada juga yang positif seperti kedisiplinan, kebersihan seperti disingapuara dan masih baqnyak yang lain. Kurikulum di IAIN harus dikembangakan seperti di Al-Azhar yaitu berupa penambahan fakultas fakultas umum. Disamping itu harus ada perumusan kembali pada makna pendidikan, proses pendidikan yang kita tempuh lebih baik diganti dengan istilah ta’dib dari sebelumnya yaitu tarbiyah karena makna ta’dib lebih menerima budanya luar dan mengambil darinya yang positif dan membuang yang negatif. Takdib juga bermakna bukan hanya mencerdaskan murid tapi juga membuatnya berbudaya.



TemplateSilk

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet nostrum imperdiet appellantur appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.